PELATIHAN MENULIS CERITA ANAK BERGAMBAR (DONGENG) ASAL-USUL SANDUR MANDURO

dokumentasi: tim PHP2D HMP BAHTRA


Tim PHP2D HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang mengadakan pelatihan menulis cerita anak bergambar (dongeng) asal-usul Sandur Manduro pada tanggal 22 Agustus 2021 di TK Harapan Desa Manduro. Kegiatan ini dihadiri oleh siswa SDN Manduro 1 dan SDN Manduro 2 sebagai peserta pelatihan. Pimpinan Sandur Manduro yakni Bapak Warito turut hadir dalam kegiatan ini selaku narasumber dalam pelatihan menulis cerita bergambar asal-usul Sandur Manduro.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 yang dibuka oleh Armeliani Ananta Efendi selaku MC dilajutkan penjelasan mengenai teknik penulisan oleh Fia Azahra Puspita selaku penanggungjawab dalam pelatihan menulis cerita anak bergambar asal-usul Sandur Manduro. Bapak Warito selaku narasumber menceritakan asal-usul Sandur Manduro, disamping itu peserta didik memperhatikan setiap penjelasan sebagai materi dalam penulisan cerita anak bergambar (dongeng) asal-usul Sandur Manduro.

Dalam pelatihan ini Bapak Warito mengatakan “kesenian Sandur Manduro berawal dari masyarakat Manduro yang membeli topeng di pasar Mojokerto kemudian berkembang sampai sekarang,” hal ini yang menjadikan bahwa kesenian Sandur Manduro memiliki ciri khas berupa Topeng Sandur Manduro.

Peserta pelatihan didampinging oleh Mahasiswa yang tergabung dalam Tim PHP2D HMP BAHTRA dalam proses menulis yang dilakukan oleh peserta didik. Hal ini dilakukan karena peserta pelatihan masih tingkat Sekolah Dasar (SD) yang kurang pengetahuan dalam dunia kepenulisan. Hasil tulisan dari peserta didik nantinya akan diperlombakan, satu karya terbaik yang dijadikan buku cerita anak bergambar asal-usul Sandur Manduro.

PENYUSUNAN JADWAL DAN TARGET PELATIHAN SANDUR MANDURO

Jombang, Minggu (22/08/2021)

Tim PHP2D HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang bersama pegiat Sandur Manduro mengadakan rapat mengenai program pelatihan Sandur Mandur untuk peserta didik dan remaja Desa Manduro. Rapat yang dilaksanakan di balai Desa Manduro direspon baik oleh pimpinan Sandur Manduro . “Rapat seperti ini sangat perlu untuk dilaksanakan bukan hanya Tim PHP2D dan pimpinan Sandur Manduro saja melainkan seluruh pegiat Sandur Manduro diikutsertakan dalam menyusun jadwal dan target pelatihan setiap pertemuan,” kata bapak Warito selaku pimpinan Sandur Manduro.

Penyusunan jadwal dan target pelatihan setiap pertemuan bukan tanpa alasan, karena melihat kondisi kelompok kesenian ketika mengajarkan kepada generasi penerus tidak adanya persiapan mengenai target yang terstruktur. Sehingga pelatihan yang dilaksanakan sebelumnya kurang maksimal.“Rabu dan Sabtu pukul 13.00 sampai 16.00 jadwal yang disepakati bersama dengan tim PHP2D dan Kelompok kesenian Sandur Manduro,” lanjut bapak Warito.Rabu dan Sabtu merupakan waktu yang disepakati bersama oleh tim PHP2D dengan pertimbangan banyak pegiat seni Sandur Manduro yang bekerja, serta pemilihan waktu pelatihan pukul 13.00-16.00 dikarenakan peserta didik pada pagi hari masih aktif belajar di sekolah.

Penyusunan target latihan terbagi menjadi tiga yaitu latihan gerakan dasar tari tanpa musik, latihan gerakan tari menggunakan rekamanan musik dan latihan gerakan tari menggunakan alat musik langsung dari pengerawit. Pelatihan akan didampingi oleh kelompok seni Sandur Manduro dengan pegangan buku target pelatihan serta buku hasil perkembangan pelatihan pada setiap pertemuannya.

Target pelatihan pertama gerakan dasar tanpa musik artinya proses pelatihan hanya menggunakan hitungan atau ketukan, target pelatihan kedua gerakan tari menggunakan rekaman musik artinya hasil dari pertunjukan sandur dijadikan acuan atau alat bantu dalam pelatihan sandur manduro dan target pelatihan terakhir yaitu menggunakan alat musik langsung dari pengerawit artinya proses latihan langsung diiringi oleh suara musik dari pengerawit.

“Semoga pelatih Sandur Manduro dan peserta pelatihan bisa memperolah hasil yang maksimal dan terciptanya generasi penerus Sandur Manduro dari kalangan anak-anak,” tutup ketua tim PHP2D HMP BAHTRA.

(Ahmad Muizzuddin)

PERTUNJUKAN SENI SANDUR

Sabtu, 7 Agustus 2021

Dokumentasi: Tim Pelaksana PHP2D HMP BAHTRA

Sandur Manduro adalah sebuah seni pertunjukan berbentuk teater tradisional yang didalamnya mengandung berbagai ilmu seni, seperti seni musik, seni tari, seni rupa, teater dan sastra. Sandur Manduro pernah mengalami masa kejayaan, pada tahun 1970-an, tidak diketahui tanggal pasti mulanya sebuah Sandur Manduro ini. Kesenian ini tidak hanya tampil di Desa Manduro saja, peminatnya meliputi seluruh Kecamatan Kabuh bahkan menyebar di kecamatan sekitarnya.

Pertunjukan sandur Manduro yang hampir punah karena pandemi, membuat para pegiat seni terpaksa berhenti untuk mengeksplor kegiatan tersebut, dan juga dengan ada covid-19 masyarakat yang dilarang untuk mengadakan pertunjukan dalam acara apapun. Setelah sekian lama vakum didunia pertunjukan seni sandur Manduro yang biasanya bisa dipentaskan 26 kali dalam satu bulan, akhirnya bisa dipentaskan kembali, yang diselenggarakan oleh tim PHP2D HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang pada hari Sabtu, 7 Agustus 2021 di Balai Dusun Gesing Desa Manduro.

Sepenggal harapan kepala desa pada saat pembukaan pertunjukan tersebut kepada orang tua siswa-siswi yang terpilih adalah untuk mewakili proses pelatihan Sandur mendukung sepenuhnya, agar masa depan Seni Sandur ini tetap terlestarikan dengan baik. Pertunjukan Seni Sandur dihadiri oleh Bapak Jamilun selaku Kepala Desa Manduro serta Bapak Warito selaku Pimpinan Seni Sandur serta para tamu undangan dari SDN Manduro 1 dan SDN Manduro 2.

Pada pertunjukan sandur Manduro memiliki banyak macam tarian, salah satunya tari Bapang. Di samping tari Bapang, ada tari Klana, Sapen, Punakawan, Gunungsari, Panji, Jaranan, Burung dan masih banyak lagi yang lain. Seluruh tarian dalam pertunjukan Sandur Manduro menggunakan topeng. Topeng-topeng tersebut mempunyai karakteristik yang berbeda sesuai dengan nama dan maknanya. Demikian juga setiap tari akan memiliki karakteristik yang berbeda pula.

Tamu undangan, seperti para siswa merasa senang melihat pertunjukan Seni Sandur. Mereka mengakui belum pernah melihat pertunjukan Seni Sandur karena faktor hampir punahnya kesenian tersebut. Tim pelaksana PHP2D mendampingi para siswa sembari menjelaskan kepada mereka bahwasannya dalam beberapa bulan kedepan para siswa akan mendapatkan pelatihan Seni Sandur Manduro. “Loh, iya apa mbak? Wah asyik dong!” ujar salah satu siswa kegirangan setelah mendengarkan penjelasan dari Tim Pelaksana PHP2D HMP BAHTRA.

Penulis : Fia Azhara                                                      

Editor  : Rina Febilantin Riadi

SOSIALISASI PROGRAM HOLISTIK PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN DESA (PHP2D) HMP BAHTRA STKIP PGRI JOMBANG DI DESA MANDURO

Tim pelaksana PHP2D HMP BAHTRA mengadakan Sosialisasi di Desa Manduro Kecamatan Kabuh Kabupaten Jombang pada Jum’at, 30 Juli 2021 yang dihadiri oleh Bapak Jamilun selaku Kepala Desa Manduro, Bapak Warito selaku pimpinan Kesenian Sandur Manduro, Bapak Rifa’i, dan para undangan dari SDN Manduro 1 dan 2 serta Bapak Anton Wahyudi, M.Pd selaku dosen pendamping PHP2D HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan agenda pembukaan yang dibuka oleh Rina Febilantin Riadi selaku MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipandu oleh Nawangsari selaku birama, dan dilanjut dengan sambutan-sambutan.

Dalam sambutannya, Muizzuddin sebagai ketua pelaksana menyampaikan rasa terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada mitra yang telah bersedia bekerja sama dalam PHP2D dengan tema “Mengindonesiakan Kesenian Sandur Manduro melalui Program Revitalisasi Berbasi Edukasi Sociopreneurship Masyarakat Manduro sebagai Pelestarian Budaya Tak Benda Kabupaten Jombang”. Senada dengan tema yang disampaikan Muizzuddin, pendamping PHP2D yaitu Bapak Anton Wahyudi, M.Pd menyampaikan dalam sambutannya gambaran kegiatan secara global yakni menguatkan tubuh atau organisasi kelompok, memunculkan pelatih-pelatih Sandur dan melahirkan regenerasi kelompok Sandur.

Bapak Jamilun sebagai Kepala Desa dalam sambutannya membuka pintu lebar untuk Tim Pelaksana PHP2D HMP BAHTRA dan berharap adanya program ini dapat menumbuhkan kembali Sandur Manduro sesuai dengan tema yang telah diusung, beliau menyampaikan keunikan Sandur Manduro yang sama sekali tidak sama dengan Seni Sandur yang lain karena adanya ciri khas yang sangat mengandung estetika pada nada, gamelan, maupun tarinya. Begitupun dengan Pak Warito, beliau salah satu pimpinan Seni Sandur yang juga berharap adanya kejayaan yang kedua kalinya setelah pada tahun 70-an Sandur Manduro aktif dalam pertunjukan.

Dilanjut dengan ceremonial/ penyerahan Surat Tugas Tim Pelaksana PHP2D sebagai peresmian adanya kesiapan tim pelaksana untuk menjalankan tugas. Pada acara inti, Ahmad Muizzuddin Alhakimi selaku ketua pelaksana PHP2D HMP BAHTRA menyampaikan rancangan usulan program pembinaan dan pemberdayaan Desa Manduro sekaligus tanya jawab serta penyusunan jadwal pelaksanaan program yang telah disepakati bersama. Dari tema yang diangkat setidaknya Seni Sandur Manduro dikenal di Indonesia bukan karena ‘hampir punahnya’ namun eksistensinya. Juga program ini berbasis pada kemasyarakatan yang diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Manduro terutama kelompok Sandur Manduro.

Acara sosialisasi ditutup dengan membaca doa yang dipimpin oleh Fahmi Syahab yang merupakan salah satu tim pelaksana PHP2D HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang. Dengan diakhirinya acara sosialisasi, baik pihak mitra maupun tim pelaksana berharap semoga pelaksanaan program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan sesuai harapan.

Penulis: Sairin Wasilah

Editor: Rina Febilantin Riadi

PERSIAPAN PEMBERANGKATAN DAN PELEPASAN TIM PELAKSANA PROGRAM HOLISTIK PEMBINAAN DAN PEMBERDAYAAN DESA (PHP2D) HMP BAHTRA STKIP PGRI JOMBANG

Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Juli 2021 via Zoom Meeting dengan partisipan yaitu Dr. Nanik Sri Setyani, M.Si (Wakil Ketua 3 Bidang Kemahasiswaan), Dr. Akhmad Sauqi Ahya, M.A (Ka. Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia sekaligus Dosen Pembina HMP BAHTRA), Dr. Diah Puji Nali Brata, M.Si (Ka. Unit Pusat Pembinaan, Pengembangan dan Penelitian STKIP PGRI Jombang), Dr. Oemi Noer Qomariyah, M.Pd (Ka. Bidang Pengabdian Unit Pusat Pembinaan, Pengembangan dan Penelitian STKIP PGRI Jombang), Banu Wicakono, S.S, M.Pd (Ka. Unit Kemahasiswaan dan Alumni STKIP PGRI Jombang), Jajaran Unit Kemahasiswaan dan Alumni STKIP GRI Jombang, Anton Wahyudi, M.Pd (Dosen Pembina PHP2D HMP BAHTRA) dan Tim Pelaksana PHP2D HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang.

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB oleh Rina Febilantin Riadi sebagai pembawa acara dengan rangkaian acara sebagai berikut, Pembukaan Acara, Menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pemaparan Konsep Rencana PHP2D HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang oleh Dosen Pendamping PHP2D yakni Bapak Anton Wahyudi, M.Pd menjelaskan terkait paparan konsep kegiatan dari awal hingga akhir. Judul program yang telah diajukan dan lolos pendanaan adalah “Mengindonesiakan Kesenian Sandur Manduro melalui Program Revitalisasi Berbasis Edukasi Sociopreneurship Masyarakat Manduro sebagai Pelestarian Warisan Budaya Tak Benda Kabupaten Jombang”.

Produk program ada empat jenis luaran yang diharapkan dalam pelaksanaan PHP2D HMP  BAHTRA STKIP PGRI Jombang. Yakni 2 luaran wajib dan 2 luaran tambahan. Luaran wajib yang pertama berupa Buku, (1)Cerita bergambar Asal-Usul Sandur Manduro, (2)Panduan Sederhana Permainan Sandur Manduro, (3)Kamus Istilah Dalam Kesenian Sandur Manduro, (4)Profil dan Poster  Profil Hasil Pelaksanaan PHP2D sesuai Template, (5)Poster Hasil Pelaksanaan PHP2D sesuai template. Luaran wajib yang kedua berupa Video, (1)Video Hasil Pelaksanaan PHP2D (Youtube), (2)Publikasi Media Sosial, Publikasi Kegiatan dan Hasil PHP2D di Instagram,  Facebook, Twitter, Line, Status WA.

Luaran tambahan yang pertama berupa Artikel Ilmiah (1)Artikel Personal (Tematik Beragam), (2)Publikasi Media Massa, (3)Koran Jawa Pos Grup Radar Jombang. Luaran tambahan yang kedua berupa MoU (1)Jejaring Kemitraan Melalui Kerja Sama (MoU), (2)Sandur Manduro Institute, (3)Lembaga Berbadan Hukum, (4)Website Sandur Manduro Media Publikasi dan Dokumentasi, Program Lanjutan, Festival Kampung Manduro.

Hasil yang diharapkan dengan adanya Program ini ialah, munculnya bibit-bibit pegiat seni tradisi  (generasi penerus) pelaku Kesenian Sandur Manduro di Desa Manduro Kabupaten  Jombang, utamanya pada tingkatan anak-anak dan remaja, seluruh masyarakat Desa Manduro  memiliki pemahaman lebih (rasa memiliki)  dan rasa cinta yang tinggi terhadap produk  kesenian tradisi bernama Sandur Manduro, peningkatan perekonomian masyarakat Desa Manduro, utamanya ekonomi para pegiat kelompok kesenian Sandur Manduro menjadi lebih meningkat dari tahun ke tahun, Kesenian Sandur Manduro menjadi ikonik. Komunitas masyarakat Oreng Manduro  (Masyarakat Desa Manduro) yang bisa  dijadikan sebagai salah satu sajian puncak  program tahunan menuju Desa Wisata Cinta Budaya dan Seni Tradisi. Kegiatan dilaksanakan selama 5 bulan, mulai Juli sampai dengan November 2021.

Selanjutnya, sambutan/arahan sekaligus Ceremonial PHP2D HMP BAHTRA STKIP PGRI Jombang disampaikan oleh Ibu Nanik Sri Setyani, M.Si selaku Ketua Bidang Kemahasiswaan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan apresiasinya kepada Tim HMP BAHTRA yang telah lolos seleksi termasuk pada 3 Se-Indonesia pada Ruang Lingkup Budaya dan Seni. Menerapkan protokol Kesehatan dalam berkegiatan. Besar harapan beliau agar teman-teman dapat memanfaatkan masa studinya selama di STKIP PGRI Jombang melalui program yang telah lolos. Acara pelepasan diakhiri dengan doa dan foto bersama.

GEMFEST BAHTRA

Tantangan Kreativitas di Tengah Pandemi melalui Sastra

Link Pendaftaran: bit.ly/37fi1n0

Rangkaian Kegiatan:

  1. Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi
  2. Pelatihan Menulis Esai
  3. Lomba Tulis dan Baca Puisi
  4. Lomba Menulis Esai

Pelaksanaan Kegiatan:

  1. 16 Agustus 2021 – Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi
  2. 18 Agustus 2021 – Pelatihan Menulis Esai
  3. 8-20 Agustus 2021 – Lomba Tulis dan Baca Puisi
  4. 8-20 Agustus 2021 – Lomba Menulis Esai

PELATIHAN MENULIS DAN MEMBACA PUISI:

  1. Peserta merupakan mahasiswa aktif STKIP PGRI Jombang
  2. Mendaftar melalui link form pendaftaran
  3. Mengikuti pelatihan dengan tertib dari awal hingga akhir
  4. Seluruh peserta pelatihan mendapatkan e-sertifikat
  5. Pelatihan ini tidak dipungut biaya (gratis)

Narahubung Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi:

  • 089675886995 (Miya)
  • 085704255315 (Puput)

PELATIHAN MENULIS ESAI:

  1. Peserta merupakan mahasiswa aktif STKIP PGRI Jombang
  2. Mendaftar melalui link form pendaftaran
  3. Mengikuti pelatihan dengan tertib dari awal hingga akhir
  4. Seluruh peserta pelatihan mendapatkan e-sertifikat
  5. Pelatihan ini tidak dipungut biaya (gratis)

Narahubung Pelatihan Menulis Esai:

  • 085855051662 (Amalia)
  • 085704255315 (Puput)

LOMBA TULIS DAN BACA PUISI

Ketentuan Lomba Tulis dan Baca Puisi:

  1. Peserta adalah mahasiswa aktif STKIP PGRI Jombang dibuktikan dengan scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  2. Seluruh peserta yang mengikuti kegiatan lomba ini tidak dipungut biaya (gratis)
  3. Puisi harus mengacu tema lomba “Keluh Kisah PPKM”
  4. Puisi tidak mengandung unsur SARA
  5. Puisi harus karya asli (original) yang belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan apapun dan belum pernah dipublikasikan di media manapun
  6. Durasi video baca puisi maksimal 12 menit
  7. Bentuk video landscape
  8. Suara rekaman harus jelas
  9. Video boleh memakai instrumen/pengiring
  10. Video di unggah di akun Youtube masing-masing dengan mencantumkan nama_prodi#lombaciptabacapuisiHMPBahtra, contoh: LILI_PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA#lombaciptabacapuisiHMPBahtra
  11. Mengirim naskah puisi, Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) dalam bentuk word di sertai link Youtube video puisi yang dilombakan ke email hmpbahtra1@gmail.com dengan format subject nama_jenis lomba, contoh LILI_TULIS BACA PUISI
  12. Batas pengunggahan video dan pengiriman naskah 8-20 Agustus 2021
  13. Pengumuman juara 27 Agustus 2021 melalui instagram @hmpbahtraindonesiastkipjb
  14. Juara diambil 3 terbaik
  15. Keputusan juri tidak bisa diganggu gugat.

Aspek Penilaian Lomba Tulis dan Baca Puisi:

  1. Penilaian lomba terbagi dua aspek. Yakni aspek Cipta Puisi dan Baca Puisi
  2. Presentase penilaian cipta puisi adalah 50 persen sedangkan presentase baca puisi adalah 50 persen
  3. Aspek penilaian Cipta Puisi meliputi :
    • Teknik penulisan (persajakan, kebaitan, perimaan)
    • Diksi (pilihan kata)
    • Kesesuaian tema dengan isi
  4. Aspek penilaian Baca Puisi meliputi :
    • Interpertasi
    • Vokal (artikulasi, intonasi, diksi, power)
    • Ekspresi (mimik dan gesture)
    • Totalitas (penyajian secara keseluruhan)

Fasilitas:

  1. E-sertifikat peserta lomba
  2. E-sertifikat juara lomba (bagi pemenang)
  3. Uang pembinaan (bagi pemenang)
  4. Pelatihan Menulis dan Membaca Puisi (Gratis)

Narahubung Lomba Tulis dan Baca Puisi :

  • 085704069846 (Lili)
  • 085704255315 (Puput)

LOMBA MENULIS ESAI

Sub tema :

  1. Pendidikan dan Pandemi
  2. Struktur Sosial Budaya era Pandemi
  3. Ekonomi era Pandemi
  4. Moral generasi Pandemi

Ketentuan Lomba Menulis Esai:

  1. Peserta adalah mahasiswa aktif STKIP PGRI Jombang dibuktikan dengan scan Kartu Tanda Mahasiswa (KTM)
  2. Lomba menulis esai bersifat wajib bagi seluruh pengurus dan anggota HMP Bahtra periode 2021/2021
  3. Peserta mengikuti lomba esai secara individu
  4. Setiap peserta hanya diperbolehkan mengirim satu naskah
  5. Esai merupakan karya asli (original) yang belum pernah diikutsertakan dalam perlombaan apapun dan belum pernah dipublikasikan di media manapun
  6. Esai ditulis dalam Bahasa Indonesia dan harus sesuai dengan tema
  7. Esai dibuat dalam dokumen Word berukuran A4, justify dengan spasi 1,5, Times New Roman, maksimal 750 kata
  8. Batas pengiriman naskah 8- 20 Agustus 2021
  9. Pengumuman juara 27 Agustus 2021 @hmpbahtraindonesiastkipjb

Pendaftaran:

  1. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 35.000
  2. Biaya pendaftaran dapat dikirim melalui transfer ke BRI dengan nomor rekening 002301101318504 atas nama DYAH AYU PUSPITASARI. Bukti pembayaran selanjutnya dikirim beserta naskah ke CP Widya 085893204298 atau Puput 085704255315
  3. Naskah dikirim sebagai lampiran ke email hmpbahtra1@gmail.com dengan subjek nama_judul esai_prodi pendidikan
  4. Peserta mengisi pendaftaran melalui link pendaftaran
  5. Kuota pendaftaran terbatas

Fasilitas:

  1. E-sertifikat peserta lomba
  2. Seluruh karya peserta lomba dibukukan
  3. Sertifikat cetak juara lomba (bagi pemenang)
  4. Uang pembinaan (bagi pemenang)
  5. 1 buah buku cetak ber-ISBN (tidak termasuk ongkir)
  6. Pelatihan Menulis Esai (Gratis)

Kriteria Penilaian Esai:

  1. Kesesuaian tema (topik yang ditulis sesuai dengan tema)
  2. Argumentasi (sistematika gagasan runtut, tertib dan jelas)
  3. Penulisan (kerapihan ketik, tata letak, dan jumlah)
  4. Penggunaan bahasa (bahasa baku sesuai, baik dan benar)

Narahubung Lomba Menulis Esai :

  • 085893204298 (Widya)
  • 085704255315 (Puput)

instagram: @hmpbahtraindonesiastkipjb

email: hmpbahtra1@gmail.com

Diklat Manajemen Organisasi 2021

Himpunan Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia (HMP BAHTRA) STKIP PGRI Jombang mengadakan Diklat Menejemen Organisasi (DMO) 2021 pada 9, 10 & 13 Februari 2021 dengan tema “Optimalisasi Kesadaran Berorganisasi bagi Mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia STKIP PGRI Jombang”. Kegiatan pada tahun ini terdapat perbedaan, adanya pandemic Covid-19 sehingga panitia berupaya untuk tetap berkegiatan agar regenerasi himpunan dapat tetap berjalan maka kegiatan dilaksanakan secara Daring dan Luring. Kegiatan ini telah disetujui oleh pihak Program Studi, Kemahasiswaan dan Satgas Covid-19 yang ada di kampus. Panitia berupaya untuk mematuhi protocol kesehatan. Menyediakan tempat cuci tangan, membagikan masker pada seluruh panitia dan handsanitizer guna mencegah penularan Covid-19.


Kegiatan berlangsung selama dua hari pertama secara daring via Zoom Meeting yaitu penyampaian materi Kepemimpinan, Keorganisasian, Administrasi, Ke-HMP-an dan Publik speaking. Setiap penyampaian materi terdapat waktu 15 menit untuk sesi tanya jawab sebagai interaksi antara pemateri dan peserta DMO. Setelahnya mereka ditugaskan untuk meresume di kertas folio bergaris dan di scan serta dikirimkan ke panitia melalui form yang telah diberikan. Peserta yang terdaftar dalam kegiatan ini adalah angkatan 2019 yang tahun lalu belum mengikuti dan angkatan 2020 mahasiswa baru.

IBU, WANITA PENENTU GENERASI (Esai)

Oleh: Kalimat Ilusi

Berbicara tentang generasi penerus bangsa memang tak ada habisnya. Generasi bangsa lahir dari rahim seorang ibu yang telah diemban selama 9 bulan lamanya. Perihal ibu, ibu adalah seorang wanita yang memiliki peran sangat besar dalam kehidupan ini, mulai dari perkembangbiakan, pendidik pertama bagi seorang anak hingga dalam Islam pun seorang wanita diposisikan paling mulia kodratnya.


Menurut Noordjanah Djohantini, ibu adalah penentu karakter generasi bangsa. Para ibu harus memiliki bekal sebagai seorang pendidik pertama sebelum guru. Ibu, atau seorang wanita setidaknya adalah orang-orang yang mengerti keadaan luar, baik dan buruknya kehidupan agar kelak ia mampu membimbing anaknya ke jalan yang benar dan berlaku dalam lingkungannya. Seorang ibu diharapkan memiliki karakter yang bisa membangun jiwa kebaikan pada anaknya kelak. Sebagian besar sikap dan perilaku sang ibu pun kelak akan menurun pada sang anak, kebiasaan pun akan mudah ditiru oleh sang anak.


Perihal berpendidikan? Para ibu terdahulu ataupun sekarang yang beberapa diantaranya belum sampai sarjana bahkan ada yang tidak berpendidikan mungkin memiliki ketakutan akan masa depan anaknya akan menjadi seperti dirinya. Sebab, ada ilmuwan yang mengatakan bahwa kepandaian seorang anak dominan menurun dari sang ibu. Para ibu tak perlu khawatir, sekalipun tidak berpendidikan tinggi sebagai seorang ibu berhak menjamin baik karakter seorang anak. Para ibu cukup memahami, bahwasannya pendidikan bagi seorang anak adalah perlu. Dengan pahamnya seorang ibu terhadap pendidikan anaknya, maka generasi penerus akan memiliki tekad yang kuat untuk berkembang menjadi lebih baik.


Mengenai pendidikan seorang anak, ibu lah yang paling berperan di dalamnya. Mulai dari belajar berbicara sampai kelak ia mampu menjadikan ilmunya bermanfaat bagi anak itu sendiri bahkan bagi bangsanya. Seorang ibu terkadang marah-marah jika anaknya tidak bisa mengerjakan sesuatu, hal tersebut justru seharusnya menjadi pelajaran bagi seorang ibu untuk menganalisis kesalahan dalam anak dan dirinya. Ada juga seorang anak yang bandel, kalau kata orang Jawa Arek iku golek perhatian, yang artinya anak tersebut mencari perhatian orangtuanya agar lebih diperhatikan. Namun itu hanyalah sebuah persepsi biasa. Semarah apapun seorang ibu, tetap ia akan menyesali perbuatan kepada anaknya tersebut.


Di era yang semakin modern ini tentunya seorang ibu mengalami banyak sekali cobaan yang datang dari anaknya. Mulai dari anaknya yang meminta barang elektronik hingga ibu itu sendiri tak paham perihal yang diminta anaknya. Perlu bagi seorang ibu mempelajari kemajuan yang ada, sehingga kelak dapat memisahkan mana yang baik dan mana yang buruk diminta anaknya tersebut. Kita sama yakin, bahwasannya ibu adalah wanita yang selalu berhati baik dan menginginkan anaknya memiliki kehidupan lebih baik. Dengan demikian, bagi para anak pun seharusnya mengusahakan membagikan ilmu baru untuk sang ibu. Dengan keberbagian ilmu tersebut, sebisanya pasti aka nada kedekatan yang menimbulkan rasa nyaman. Rasa nyaman itulah yang akan menuntun seseorang untuk senantiasa berbuat baik. Muncul lah generasi baik bangsa, perlu diingat lagi bahwasannya sikap dan perilaku anak adalah cerminan dari orangtua. Mari menjadi yang terbaik untuk diri sendiri dan bermasyarakat.

Esai Sayap Malaikat

Oleh: Alvionita Safitri

ilustrator: Anisa, referensi: Pinterest

Semua orang memiliki pelindung dalam dunianya menjadi garda petarung terdepan di hadapan kita. Ibu bukan sebuah kata asing melainkan kata mutiara kehidupan seorang anak.  Tempat atau Madrasah pertama untuk anak-anaknya. Bersama ibulah seorang anak mendapatkan pendidikan pertamanya. Sejak di dalam kandungan ibu telah membisikkan kata-kata indah dan lantunan kalimat suci, kemudian mengajarkan berjalan, mengajarkan berbicara dan menanamkan nilai-nilai moral serta bagaimana bersikap sopan kepada orang yang lebih tua.

Dengan sangat sabar ia membimbing anaknya agar tidak salah jalan, menjadikan orang besar di kemudian hari, yang selalu mengingatkan ketika berbuat salah dan selalu tersenyum jika sang buah hati mulai berkembang. Orang yang menerima sang buah hati dengan kekurangan dan kelebihannya.

Behind a great man, there must be a gread woman” kata ini menggambarkan betapa berperannya seorang ibu dalam mendidik anak dan peran ibu dalam membentuk manusia yang super. Karena bukankah ada ungkapan bahwa dibalik kesuksesan seorang laki-laki adalah tergantung siapa wanita dibelakangnya, ya wanita itu, bisa jadi ibu bagi seorang anak atau istri bagi seorang suami..

Yang dititikberatkan dalam hal ini adalah betapa pentingnya peran ibu dalam keluarga. Tidak diragukan bahwa peran ibu dalam keluarga adalah hal yang sangat penting. Bahkan dapat dikatakan bahwa keharmonisan dan kebahagiaan keluarga sangat ditentukan oleh peran seorang ibu. Jika ibu adalah wanita yang baik akan baiklah kondisi keluarga. Sebaliknya apabila ibu adalah wanita yang bersikap buruk, hancurlah keluarga.

Mukena Untuk Amak Aliya

Oleh: Ani Fitri Azizah


Sore hari mulai menyapa dengan cerita senjanya, merah merekah di setiap sisinya. Panorama yang apik dengan nuansa gunung panderman yang gagah hinggap menyeberang seantero desa oro-oro ombo. Siluet yang membias pada cahaya nampak begitu nyata di ketinggian 2045 mdpl. Tak terlalu tinggi tak juga terlalu pendek untuk pendaki pemula. Beberapa kerap kali ramai dibicarakan orang-orang sekitar, lantaran pendakian panderman kini berkembang pesat. Hanya sekedar ingin melihat senja di atas gunung atau keinginan hati yang mengharuskannya untuk tetap mendaki. Pasalnya disinilah lahir sebuah kehidupan di tanah panderman yang saat ini dikenal banyak orang. Desa-desa kecil mulai bergantung dengan mata pencaharian yang bersumber dari tanah panderman. Hawanya nan sejuk hingga tanahnya yang subur menjadikannya tak lepas dari aktivitas bercocok tanam. Disinilah aku dan keluarga ku berada, ditanah kecil dekat kaki gunung ditengah hiru pikuk kota yang jauh berbeda, namun disinilah kedamaian akan selalu ada. Bersama amak dan bapak.


“Asholaatu khairum minan nauum..”


Adzan subuh dari surau dekat rumah pun terdengar merdu, lantunannya membawa hati kembali tentram di tengah dinginnya desa oro-oro ombo. Kami bergegas untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah. Sudah 5 menit yang lalu bapak pergi ke surau sedangkan aku dan amak sholat dirumah.


Seusai sholat aku memperhatikan amak yang sedang melepas mukena. Mukena amak sudah mulai lusuh, terdapat bolongan tak beraturan di sekitar mukena amak yang sudah puluhan tahun. Ini adalah mukena pemberian bapak saat nikah dulu lebih tepatnya sebagai mahar atas perkawinan mereka, selepas itu amak tak pernah mau ganti atau membelinya yang baru. Bagi amak pemberian dari bapak tak akan tergantikan-katanya.


“Ammakk” panggilku dengan menyentuh tangan amak yang lembut sekali.


“Iya Aliya,” amak pun memberhentikan aktivitas melipat mukenanya.


“Nanti kalau Aliya punya uang, Aliya belikan mukena baru ya buat amak?” tanya ku dengan memohon.


Amak hanya tersenyum simpul. Dia tahu niat Aliya sangat baik tapi alangkah baiknya jika uang Aliya ditabung karna tahun depan Aliya sudah mau memasuki bangku SMP.


“Aliya sayang, amak nggak papa kok pake mukena ini, toh mukenanya masih bisa dipake. Lebih baik uangnya Aliya tabung,” nasehat Amak.


“Tapi mukenanya udah bolong-bolong amak, warnannya juga udah pudar,” desak ku.


“Ndak papa sayang, udah gih mandi biar amak siapin sarapan. Nanti kamu telat lho ke sekolahnya,” kata Amak sambil mengelus-elus kepalaku dan beranjak ke dapur.


Pejalanan ke sekolah cukup mengharuskanku berangkat lebih pagi. Pasalnya jarak rumah ke sekolah menghabiskan waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki. Sembari menenteng keranjang kerupuk bayam yang akan kujual nanti disekolah. Semalam amak membuatkan kerupuk bayam untuk kujual keesokan harinya. Dengan harga 1000 rupiah pun Alhamdulillah banyak yang suka dan selalu habis. Ditengah perjalanan pun aku tak lepas dari mukena amak yang ku bahas tadi subuh. Ingin sekali aku membelikannya yang baru, tapi uang untuk penjualan kerupuk bayam pun tak akan cukup. Aku harus mencari pekerjaan lain yang sekiranya aku bisa mendapakan uang lebih untuk membeli mukena buat amak.


Selepas sekolah aku tak langsung pulang kerumah. Aku beranjak ke pasar berharap ada yang bisa aku lakukan. Lalu aku melihat ibu-ibu agaknya susah membawa belanjaannya ke parkiran depan. Akhirnya aku bantu membawakan belanjaan ibu tersebut.


“Terima kasih ya nduk, ini buat kamu,” kata ibu itu sembari memberikan uang 10.000.


“Terima kasih bu.”


Begitu seterusnya hingga aku sudah terbiasa membantu ibu-ibu untuk membawakan belanjaannya, kadang juga sebagai kuli untuk mengangkut beberapa barang ke mobil pick up dan itu semua serabutan apapun yang ada aku kerjakan, dikasih upah atau tidak yang penting aku ikhlas. Semata-mata hanya ingin melihat amak mempunyai mukena baru yang lebih layak.


Sebulan kemudian …
Pagi kembali terik, cuaca mulai bersahabat kembali setelah kemarin diterjang hujan yang cukup deras. Pagiku yang cerah, secerah harapan ku pada sang pemilik bumi. Kepada mata yang tak henti-hentinya mengucap syukur pada gunung panderman dan semuanya. Kali ini kau sangat cantik dengan sinar mentari yang membiasmu.


“Amak, aku punya sesuatu buat amak,” kataku.


“Apa Aliya?” tanya amak penasaran.


“Amak lupa yaa, hari ini hari ulang tahun amak. Maaf aliya ndak bisa ngasih yang lebih istimewa, Aliya hanya bisa memberikan ini. Selamat ulang tahun amaknya Aliya.”


Suasana menjadi haru dan ada rasa kebahagiaan yang menyelimuti Aliya. Amak dan bapak pun memeluk Aliya dengan penuh cinta. Buah hatinya mulai tumbuh dewasa dan mulai memahami ekonomi keluarga. Kini amak mempunyai mukena baru hasil kerja Aliya selama menjadi kuli serabutan di pasar. Amak yang tak henti-hentinya meneteskan air mata kebahagiaan tak menyangka Aliya bisa berusaha dan mendapatkan uang sendiri di umurnya yang masih belia. Karena itulah seberapapun barang yang kita kasih tak akan menggantikan kebahagiaan sosok ibu melainkan melihat putri kecilnya tumbuh menjadi wanita yang tegar, pantang menyerah dan bisa berdiri di kakinya sendiri. Sebab itulah berada di kaki gunung panderman adalah usaha yang tak pernah bisa didapat oleh siapapun.
-Selesai-